Apa sih mangrove itu? Mungkin Greeners sudah lebih familiar dengan tanaman bakau dibanding dengan mangrove, ya mangrove atau biasa disebut tanaman bakau ini merupakan jenis tanaman yang hidup didaerah pesisir pantai yang selalu atau secara teratur tergenang air laut dan terpengaruh oleh pasang surut air laut tetapi tidak terpengaruh oleh iklim. Mangrove sendiri tergantung pada air pasang dan air tawar sebagai sumber makananya, yaitu air pasang memberi makanan bagi hutan dan air sungai yang kaya mineral memperkaya sedimen dan rawa tempat mangrove tumbuh.
Mungkin tidak semua tahu bahwa tanaman mangrove atau fungsi hutan bakau memiliki banyak keuntungan bagi masyarakat pesisir dan masyarakat luas, apa sajakah fungsinya?
+ Fungsi Ekologis
Fungsi ekologis mangrove diantaranya adalah : (1) Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai. kok bisa? Hal ini karena sistem perakaran mangrove yang kompleks dan rapat, lebat sehingga dapat menangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari daratan. Simplenya mangrove ini dapat dkatakan pembentuk daratan karena endapan tanah yang ditahanya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu, selain itu akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari erosi. (2) Sebagai tempat tinggal habitat laut, mencari makan (Feeding Ground), tempat pembesaran (nursery ground) dan tempat pemijahan bagi aneka biota perairan. (3) Menjernihkan air, akar pernafasan dari jenis tanaman bakau Avecennia (api-api) dan tancang bukan hanya berfungsi untuk pernafasan tanaman semata, tetapi berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan mengalir ke laut.
+Fungsi Ekonomis
Fungsi ekonomis. (1) Penghasil keperluan rumah tangga, seperti pada daun muda pohon api-api dapat dimakan sebagai sayur atau lalapan karena daunya sendiri mengandung banyak protein, selain itu bunga mengrove jenis ini mengandung banyak nectar yang dikonversikan oleh lebah menjadi madu. (2)Penghasi keperluan industri, seperti batang pohon mangrove dapat dijadikan sebagai kayu bakar/ dibuat dalam bentuk arang untuk kebutuhan industri kecil. batang kayunya yang kuat juga dapat dijadikan bahan bangunan dan cerocok penguat tanah. (3) penghasil bibit yang tentunya dapat selalu dikembangkan dan sebagai bahan peningkatan kualitas ekonomi warga pesisir.
Masih banyak fungsi dari tanaman bakau akan tetapi banyak tanaman-tanaman mangrove yang dimanfaatkan secara tidak bijak sehingga menimbulkan kerusakan padahal menurut Noor pada tahun 1999 Luas Hutan bakau di Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar dan merupakan mangrove yang terluas di dunia, melebihi Brazil (1.3 Juta ha) dan Nigeria (1,1 juta ha) dan fakta menurut penelitian terbaru pada tahun 2000 luas hutan mangrove Indonesia menyusut dari 5,21 juta ha (1982-1987) menjadi 2,5 juta hektar, mengapa hal ini bisa terjadi?
Hal ini terjadi karena ada ulah-ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan seperti adanya pembungan sampah padat ke dalam air dimana hal ini akan mencemari air hingga ke perairan sekitar penanaman mangrove dan dapat berakibat matinya tanaman mangrove, selain itu tumpahan-tumpahan minyak dalam jumlah besar tidak saja akan berdampak matinya tanaman mangrove akan tetapi musnahnya daerah asuhan bagi larva dan bentuk juvenil ikan dan udang yang sangat berarti bagi peningkatan ekonomi warga. Sebab yang lain adalah terjadinya konversi menjadi lahan pertanian, perikanan menjadikan lahan mangrove menjadi terbatas padahal perngembangan mangrove dapat berangsung dengan proses berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, dan hanya jenis-jenis tertentu yang dapat berkembang cepat seperti avicennia atau jenis api-api.
Saat ini kita sebagai manusia yang telah mengerti akan pentingnya fungsi mangrove bagi kehidupan, oleh karena itu bijaknya jika kita tidak mampu selalu membibitkan setidaknya kita mampu menjaganya dari kerusakan, hal kecil yang mampu menciptakan masa depan yang lebih baik. (by: @YudhaHeka)
0 komentar:
Posting Komentar