KAJILIJILI

KAJILIJILI

Media Informasi

KAJILIJILI

Selasa, 21 Februari 2017

10 tips dasar petualangan,Mau aman?

Suasana alam pegunungan Mamasa Sulawesi Barat

Keindahan alam yang diincar oleh para penggiat petualangan untuk menghiasi latar belakang selfie dalam sebuah foto menjadi salah satu penyebab sumber malapetaka dari adanya sebuah kecelakaan di alam yang akhir-akhir ini menghiasi timeline sosial media. Siapa yang harus disalahkan? Well, you have to admit, no one else but you. Tidak ada pihak manapun yang bisa disalahkan atas sebuah kecelakaan dan tidak ada yang bisa dituduh sebagai penyebab sebuah tragedi. “Safety doesn’t happen by accident, it should be prepared before the accident happen”
Mamasa Sulawesi Barat
.Keinginan dan finansial yang memadai dalam melakukan petualangan tidaklah cukup untuk dijadikan acuan dalam berkegiatan namun ada banyak hal yang mesti diperhatiakan agar segala sesuatunya berjalan dengan baik,semuanya wajib disusun dengan baik mulai awal keberangkatan hingga kembali ke tujuan dalam ilmu petualangan biasa disebut dengan manajemen perjalanan,bagi orang-orang yang bergelut dibidang kepanduan dan kepecinta alaman ini merupakan pengetahuan wajib tapi se ahli apapun seseorang pasti tidak luput dari yang namanya kelalaian.berikut ini adalah tips singkat dalam memepersiapkan sebuah perjalanan atau petualangan:
1. Cari Tahu Medan yang akan Kamu Datangi
pengetahuan yang cukup atas medan yang akan didatangi adalah hal wajib untuk diketahui,Setidaknya, googling nama tempat yang akan kamu datangi dan mencari tahu segala informasi terkait dari orang-orang yang pernah berkunjung ke tempat yang dituju. jadi kamu bisa menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan fungsinya.
bertanya sebelum lanjut

2. Tempatkan Dokumen Penting di Tempat yang Aman
Tidak perlu sebuah dry bag yang yang mungkin menyita tempat dan harga yang mahal, kantongan kresek/plastik lebih aman karena kalau hanya untuk Dokumen atau lebih khususnya identitas pribadi seperti KTP atau paspor yang merupakan hal penting untuk mengidentifikasi diri kamu apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
photo credit: popsugar
photo credit: popsugar 
3. Jangan Sampai Saltum (Salah Kostum)
Itulah gunanya poin nomor satu, ketika sudah tahu tempat yang akan didatangi, kita bisa mulai menyusun pakaian apa yang sesuai untuk dibawa. Contohnya, apabila kamu akan berlibur ke pantai, tentunya pakaian bertema summer akan sangat mendukung foto selfie kamu dengan latar laut yang biru atau pasir pantai yang putih, dan juga lebih nyaman dipakai di area pantai. Apabila kamu berniat untuk mendaki gunung, kamu harus menyiapkan pakaian berbahan lebih tebal karena udara gunung yang biasanya lebih dingin.
Ayunda pinus

4. Are You Going for an Adventure? Sudahkah Kamu Tahu Standar Peralatan dari Aktivitas Tersebut?
Adalah kesalahan yang sangat fatal ketika kamu tidak mengetahui medan yang akan kamu temukan sebelum memulai sebuah perjalanan berisiko. Memutuskan untuk melakukan sebuah petualangan, berarti sudah harus memiliki pengetahuan dasar tentang safety gears. Apa yang perlu dipersiapkan ketika mendaki sebuah gunung? Sepatu trekking, jaket, celana trekking, baju ganti, jas hujan, tas yang nyaman, tenda, alat masak, sleeping bag, logistik atau bahan makanan. Ini adalah merupakan hal dasar yang harus diketahui. Bukan bermaksud menyudutkan, tetapi saya pribadi sangat tidak menoleransi para pendaki yang pada akhirnya berjumpa dengan kesulitan saat pendakian karena mereka tidak membawa basic gears yang seharusnya
mereka sudah tahu dari awal. That’s kind of a silly mistake.
sumber:zonalibur.com
zonalibur.com
 5. Obat Khusus
Tepat setelah basic gear adalah obat-obatan. Ketika traveling, jangan pernah berharap kalau kita bisa menemukan toko obat di manapun. Lebih baik untuk membawa obat-obatan pribadi, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas liburan kalian.
sumber:otomotif.liputan6.com
sumber gambar:otomotif.liputan6.com
6. Siapkan Ruang untuk Darurat Logistik Pribadi
Benar sekali, ketika kita berpergian bersama teman-teman, pastinya ada salah satu orang yang ditugaskan untuk membawa makanan tim. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan, mungkin saja salah satu dari kita terpisah dari rombongan, dan harus survive sendiri. Di sinilah peran persiapan logistik pribadi bekerja. Selalu siapkan ruang untuk membawa setidaknya roti, minuman dan beberapa kudapan untuk dikonsumsi pribadi, dan jangan pernah dikeluarkan atau dimakan jika bukan karena keadaan darurat.
usulan penulis cemilan darurat saat kepepet
7. Hormati Kultur dan Peraturan Setempat
Beberapa destinasi wisata sudah dikelola dengan baik oleh pihak pariwisata lokal, di sinilah tugas kita sebagai wisatawan pendatang untuk menghormati peraturan yang sudah dibuat.  Patuhi peraturan yang ada untuk menghindari hal-hal berbahaya yang tentunya sudah diperhitungkan oleh pihak pengelola. Ketahuilah medan, jangan membahayakan dirimu dengan melakukan hal-hal yang sudah pasti terlihat berbahaya.
menunggu dan melihat lalau izin

8. Know Your limit
Social media impacts are getting bigger, and now people can easily portray themselves in a way that they want to be seen. Agar terlihat seperti petualang sejati, beberapa orang berlomba-lomba berfoto selfie, mencari tempat yang sudah tidak didatangi orang banyak sehingga terlihat hanya tinggal mereka dan alam, kemudian mengunggah ke sosial media dan merasa sangat bangga ketika beberapa followers meninggalkan pesan dengan sebutan “wow, keren bisa sampai ke tempat itu”.  “Tempat itu” adalah tempat berbahaya yang seharusnya tidak dipijaki oleh manusia. Orang bisa mengelak “tidak ada tanda dilarang kok”, tetapi sebaiknya kita ketahui limit diri sebelum memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat yang berisiko. Apakah kita mempunyai kemampuan yang dibutuhkan dan sanggup untuk pergi ke sana? Jika tidak yakin, maka jangan pergi. Jangan hanya karena untuk sebuah pujian, kemudian memaksakan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin untuk melakukannya.
menuju pedalaman mamasa

9. Pelajari Benar Risiko yang akan Didapat dari Sebuah Petualangan
Persiapkan diri dan mental kamu untuk menghadapi risiko dari sebuah keputusan yang kamu ambil. Deal with all the consequences that will come to you afterwards. Siapkan dua plan yang akan kamu lakukan jika rencana tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ketika risiko dari sebuah petualangan adalah nyawa, pertanyakan pada dirimu sendiri, sudah siapkah kamu? 

pedalaman mamasa


10. Izin Orang Terdekat
Tidak dapat dipungkiri, izin orangtualah yang akan mengantarkan kita pulang dengan selamat kembali ke pelukan mereka. Banyak yang menyepelekan hal ini, tapi tahukah kamu bahwa doa orangtua terhadap anaknya adalah doa yang paling akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa? Mintalah izin sebelum pergi, jelaskan apa saja aktivitas yang akan dilakukan, dan bertanggungjawablah kepada orangtuamu dengan berkata “Wherever I go for travel, there always be a place called home”
dokumentasi di mamasa sulawesi barat
.
Mungkin ini adalah sebagian kecil yang bisa kamu lakukan untuk menghindari munculnya headline baru yang membahas tentang kecelakaan saat traveling. Terkikis rasanya hati saya mendengar tanggapan bahwa traveling adalah hal yang berbahaya. Tidak ada hal yang berbahaya apabila kita mempersiapkan segala hal dengan baik. so selamat mengembara,hehe

INGAT SELALU PADA TUHAN DAN ORANG-ORANG YANG MENANTIKAN KEPULANGAN KITA.


-sumber:indonesiakaya.com,pengalaman,dokumentasi menjelajah di kabupaten mamasa sulawesi barat bersama ujung pandang riset dan googling

Share:

Sabtu, 11 Februari 2017

Sesena Padang

    Sesena padang atau yang biasa disingkat dengan sespa merupakan kecamatan yang berada di kabupaten mamasa Provinsi sulawesi Barat dengan kondisi alam yang bisa dijadikan destinasi perjalanan bagi para penggiat petualangan,perjalanan saya kali ini merupakan perjalanan yang cukup berkesan setelah sekian lama tidak melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan tenaga ekstra dan manajemen perjalanan yang jitu.
    Perjalanan kali ini adalah perjalanan riset tentang sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh ujung Pandang riset yang berkantor di kota makassar provinsi Sulawesi Selatan,jadi boleh dikata ini pejalanan lintas provinsi dan bukanlah sebuah perjalanan rekreasi yang hanya ingin menikmati suasana alam yang ada di kabupaten mamasa.namun dalam tulisan ini saya tidak membahas tentang metodologi dan segala kegiatan inti yang dilakukan oleh ujung pandang riset,cuma lebih kepada catatan perjalan sederhana,oke langsung saja di baca

Senin : 22 Januari 2017,Pukul 14:00 Workshop tentang tata cara pelaksanaan riset dan bincang-bincang tentang letak geografis kabupaten mamasa sembari ngopi menjalin keakaraban dengan para relawan upr sampai selesai dan kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk berangkat ke kabupaten mamasa.Pukul 22:00,berangkat dari titik pertemuan di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar dengan kondisi cuaca hujan,terdiri dari 22 orang dengan menggunakan 11 motor.Pukul 00:58 rombongan sampai di SPBU bojo untuk istirahat sembari menikmati kopi dan mengisi lambung yang mulai komat kamit,tempat ini merupakan tempat yang ideal untuk beristirahat karena SPBU ini di lengkapi dengan berbagai fasilitas yang kami butuhkan dan jarak tempuh ke kota pare-pare kurang lebih 5 km karena sebelumnya rombongan telah melewati 2 kabupaten yakni kabupaten maros dan kabupaten pangkep.untuk sampai di kabupaten mamasa provinsi sulawesi barat terlebih dulu melewati,maros,pangkep,barru,pare-pare,pinrang,dan polman.
Selasa : 23 Januari 2017,Pukul 07:00,rombongan kembali memacu kendaraan,melewati pare-pare langsung menuju Polman,pukul 10:00 rombongan memasuki gerbang kabupaten polman dan berhenti untuk menunggu rombongan yang masih dibelakan sembari mengabadikan momen dengan berfoto-foto setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju mesjid agung polman,Pukul 11:00 kami sampai di mesjid agung disini kami gunakan untuk istirahat,membersihkan diri sambil menunggu waktu sholat dzuhur.Pukul 13:20 perjalanan dilanjutkan.Pukul 18:22 sampai di kota mamasa,tapi kali ini jumlah rombongan sudah berkurang dikarenakan beberapa relawan upr langsung ke lokasi yang telah ditentukan,yang sampai di kota tersisa 2 motor dari 11 motor yang berangkat.Pukul 20:20 istirahat dan membincangkan persiapan.
Rabu : 23 Januari 2017 Pukul 10:30,setelah bersih bersih dan sarapan saya star ke kantor desa satanetean,kecamatan Sesenapadang ditemani oleh saudara agus salim untuk mengambil data daftar kepala keluarga yang berada di desa tersebut untuk keperluan riset ujung pandang riset,setelahnya saudara agus melanjutkan perjalanannya ke desa Malimbong yang juga masih di kecamatan sesenapadang.
Perjalanan menuju satanetean memakan waktu kurang lebih 2 jam dikarenakan kondisi jalanan yang sebagian besar masih tanah berlumpur dan mendaki,di wilayah ini baru sebagian jalanan yang layak dilalui kendaraan roda dua.
14:30 saya melanjutkan perjalanan ke desa orobua selatan setelah segala urusan di kantor desa satanetean selesai,kurang lebih 1 jam perjalanan ke kantor desa orobua selatan saya tempuh dengan berjalan kaki di jalanan yang menanjak dengan beban di pundak semakin membuat nafas naik turun maklum kurang lebih 2 tahun tidak melakukan perjalanan di medan yang penuh tanjakan.Pukul 16:20 saya sampai di kantor desa orobua selatan namun kantor desa tutup tidak ada aktivitas,saya pun melanjutkan perjalanan ke rumah kepala desa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor desa hanya saja jalanannya penuh dengan tanjakan,tiba di rumah kepala desa saya masih harus menunggu pak desa yang sedang ke kebun.
17:30 Akhirnya Pak desa Orobua selatan pulang dari kebun dan langsung menyapa,saya menjelaskan maksud dan tujuan sembari memberikan beberapa lembar dokumen sebagai legalitas saya mengunjungi desanya,diapun menawarkan untuk menginap di rumahnya selama saya beraktivitas di desa yang di pimpinnya.

sampai disini saja saya menulisnya semoga karena aktivitas selama disana tidak bisa saya uraikan disini,untuk dokemntasi kegiatan silahkan klik Dokementasi upr mamasa 2017.

Nb.
-Untuk mengunjungi dusun-dusun yang ada di Orobua Selatan ada baiknya memakai jasa pengantaran Masyarakat setempat agar mudah dalam segala hal,perongkosannya bisa dinegosiasikan langsung.
-Jumlah dusun di Orobua Selatan berjumlah 5 dusun,datanya lengkap
-Desa Satanetean berjumlah 4 dusun dan data kepala keluarga bisa di dapatkan di Kantor desa pada hari kerja.
-Untuk mengunjungi dusun yang berada di desa satanetean lebih banyak di tempuh dengan berjalan kaki,bila ingin memakai motor hendaknya memakai motor yang diperuntukkan untuk medan ekstreem.
-Terimakasih saya ucapkan pada seluruh tim Ujung Pandang Riset yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bergabung.
Bapak kepala desa Orobua Selatan Pak Timotius beserta jajarannya yang telah menjamu dengan begitu baik.
Bapak kepala desa Satanetean,bapak soleman S Pd beserta Sekdes pak David Atas suguhan kopi dan diskusinya.
Mahasiswa KKN UNASMAN yang berlokasi di desa Orobua Selatan terima kasih untuk segala pelayanannya dan diskusi tentang prospek Kabupaten Mamasa.
Teman teman relawan UPR yang penuh canda terimakasih atas segala bantuannya,semoga kita bisa berjumpa dalam petualangan berikutnya.

  
   
Share:

Rabu, 25 November 2015

Surabaya Ke Makassar Perjalanan Laut dengan KM Dubun Solo


22:27 sebagian penumpang kapal dubun solo telah pulas tertidur,ada juga yang sedang menikmati suasana di kantin dengan suguhan lagu dangdut,termasuk saya,Irhyl dan akmal yang tak bisa istirahat dengan nyaman di Dek 4 karena sempit dan panas,penumpang kapal malam ini banyak hingga tak tersisa ruang kosong,sejak kapal bertolak dari pelabuhan tanjung perak pukul 20:00 menuju makassar. Putriku Puan Nangis dan setelah di selimuti dengan sarung yang biasa saya pakai sholat dia diam dan tertidur,SMS dari Istriku di surabaya sebelum kapal berangkat perlahan membisikkan rindu pada anak dan istri yang tidak ikut bersamaku menuju makassar. I Love You Nak :)
00:06 saya mengelilingi dek untuk mencari tempat tidur,hingga saya berusaha untuk memberanikan diri masuk ke mushola untuk tidur,bersama para ustad yang kalau dilihat mungkin mereka jamaah tabliq.
06:51,October 6, 2015. Charger Hand Phone telah terisi penuh setelah saya menitipkan pada penumpang yang baru saya kenal di dek 4 maklumlah di tempat itu setiap tempat tidurnya dilengkapi dengan colokan Untuk Hand Phone,sayapun telah membersihkan wajah kusam di kamar mandi kapal,lalu kembali kekantin menikmati pemandangan laut bersama Irhyl yang tengah asik memencet keyboard notebook nya. sembari membuka perbincangan dengan seorang tentara yang tinggal di maros.
08:50 masih di kantin memandang lautan,Musik Slow Rock nya GnR dan Scorpion membuat betah,jadi ingat masa-masa ketika aktif bersentuhan dengan panggung dan membawa ingatan pada anak dan istri,saya sekarang telah menjadi bapak,ucap dalam hati sembari menikmati Indomilk Kids jatah penumpang.duh pak tentara keasikan membaca buku bacaan saya,sslamat menyelami lautan kata pak.
10:00 segar sudah mandi,kembali kekantin sekedar bersantai,busyet Irhyl memberikan buku karangannya pada pak tentara yang baru saja dikenalnya,Saya sampai sekarang tidak ada,betul-betul kau irhyl :D Saya Selfie saja dan kembali membaca buku yang telah tuntas dibaca pak tentara yang namanya Pak Gaffar pun saya dengar dari perkenalannya dengan irhyl setelah diberikan buaah tangan sebuah buku bertuliskan lelaki gerimis.pengumuman antrian makan siang telah dikumandangkan
16:54,setelah makan kembali ke kantin dengan suguhan sunset,kantin dipenuhi dengan para pekerja indonesia cerdas,saya,Irhyl dan Ilo seakan menjadi pembeda di kantin ini.
20:38,masih di laut dengan segelas energen sereal 23:10,kapal mulai sandar,sembari menunggu antrian untuk turun dari kapal,Selamat malam makasaar
00:58.Tiba rumah dengan menggunakan angkutan umum.

catatan ini saya buat:Tuesday, October 6, 2015 at 23:27
Share:

Jumat, 01 Juni 2012

Sejarah Hari lingkungan hidup sedunia


Pada tahun 2016, genap 44 tahun sudah Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Peringatan ini dimaksudkan untuk menggugah kepedulian manusia dan masyarakat pada lingkungan hidup yang kian hari kian rusak. Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini awalnya dicetuskan pada tahun 1972 sebagai rangkaian kegiatan lingkungan oleh salah seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson yang dari dua tahun sebelumnya menyaksikan betapa kotor dan cemarnya bumi oleh ulah manusia.

Selanjutnya, beliau mengambil prakarsa bersama LSM yang bergerak dibidang lingkungan hidup untuk mempelopori satu hari bagi usaha penyelamatan bumi dari jurang kerusakan. Dari Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diselenggarakan pada tanggal 5 juni 1972 di Stockholm, Swedia. Akhirnya tanggal 5 Juni tersebut ditetapkan sebagai hari Lingkungan Hidup Sedunia.

bagaimana dengan kita semua?
Sudah siapkah kita melakukan penyelamatan-penyelematan terhadap lingkungan untuk kelestarian bumi?
Share:

Rabu, 30 Mei 2012

Tentang Tanaman Transgenic

Rekasaya genetika terhadap suatu tanaman dengan mengubah ataupun menyisipkan gen lain untuk memperoleh sifat baru dikatakan sebagai produk transgenic. Di Indonesia produk transgenic menjadi suatu pro kontra dalam penerapannya. Di bidang pertanian, rekasaya genetika dapat menghasilkan tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu danaman transgenic dapat menyesuaikan iklim dan memperoleh hasil yang optimal dibanding tanaman tidak transgenic. Sehingga dalam produktifitas hasil tanam  akan selalu konstan dan cenderung meningkat, dengan kata lain seperti tanaman padi akan dapat mencukupi produksi dalam negeri / swasembada beras karena hampir semua lahan menerapkan benih transgenic padi. Hal tersebut merupakan ekspetasi dari hasil produksi atau kuantitas produksi. Akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang lain, pembuatan tanaman transgenic memerlukan biaya dan kualitas SDM yang tinggi. Dipandang dari segi keanekaragaman hayati, jika dilakukan penerapan tanaman transgenic maka keseimbangan ekosistem akan terganggu. Tanaman yang berperan sebagai trofik pertama menjadi tidak bisa dikonsumsi oleh trofik kedua yang kebanyakan dari  bangsa serangga. Populasi serangga akan berkurang dan pada trofik atasnya pun akan mengalami hal serupa. Memang masalah hama dan penyakit menjadi momok bagi para produsen, sehingga memang cara rekayasa genetika dipandang menjadi solusi terbaik tetapi dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan efek kedepan yang akan terjadi.
Sisi kontra dari tanaman transgenik terjadi di pelaksana dilapangan dan konsumen. Petani sebagai pelaku dilapangan menolak system dari tanaman transgenic. Petani tidak diperbolehkan mengembangkan atau membenihkan tanaman transgenic dengan dalih melanggar hak paten. Dengan adanya hal tersebut maka petani tidak dapat mengembangkan benih dan hanya menjadi konsumen benih. Di Indonesia sendiri pengawasan terhadap produk rekayasa genetika (PRG) sangat kurang, sehingga dapat berdampak pada masuknya PRG yang berbahanya untuk kesehatan jika dikonsumsi.
Secara umum PRG yang salah satunya menjadi tanaman trangenik menjadi hal yang perlu dilakukan pada kondisi yang sekarang ini. Dalam penerapannya perlu diperhatikan : 1) hasil tanaman yang aman dikonsumsi dan aman dilakukan, 2) tanaman transgenic seminimal mungkin tidak merusak keseimbangan ekologi, 3) pengawasan dan prosedur yang ketat terhadap tanaman transgenic dan 4) penerapannya pun tidak merugikan petani dan masyarakat secara umum.

sumber gambar:agushe64.wordpress.com
Share:

Kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan Lingkungan hidup dipengruhi oleh dua unsur yakni alam dan manusia,berbicara mengenai lingkungan hidup memang gampang secara teoritis namun sangat susah di aplikasikan di kehidupan sehari-hari.
Pada tulisan ini tidak banyak menyinggung tentang prilaku manuasia pada kelestarian lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari namun penulis hanya mengulas tentang bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu Alam dan manusia,seperti yang tertulis di bawah ini,

Proses Alam

Ialah bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi secara alami dari alam . Contoh kerusakan lingkungan oleh alam antara lain adalah :
1. Gunung meletus , ini merupakan peristiwa alam dimana gunung tersebut menyemburkan lava, lahar panas, pasir, batu, lumpur, dan debu ketika meletus.Gunung meletus akan merusak alam dan memakan korban dan kerugian materi yang tidak sedikit. Tetapi dampak dari letusan gunung tersebut membawa keuntungan antara lain : menyuburkan tanah, mememperluas lahan pertanian, letak mineral dekat demngan permukaan bumi, dan tempat wisata.
2. Tanah Longsor , biasanya terjadi karena penebangan hutan yang sembarangan. Untuk mencegah tanah longsor perlu digalakan reboisasi.
3. Gempa Bumi, ialah getaran yang terjadi akibat dari dalam bumi. Gempa tersebut menurut terjadinya ada tiga macam :
Ø Gempa Vulkanis , karena letusan gunung berapi
Ø Gempa tektonik , karena adanya patahan dan atau pergeseran lapisan batuan
Ø Gempa runtuhan , karena tanah runtuh
4. Erosi dan abrasi , proses pengikisan permukaan bumi oleh air dan air laut
Kegiatan Manusia
Ialah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Manusia memanfaatkan lingkungan tanpa disadari dapat merugikan lingkungan hidup. Contoh kegiatan manusia yang menimbulkan kerusakan lingkungan alam adalah sebagai berikut :
1. Sampah
Masalah sampah ini dapat membawa akibat berantai bagi pencemaran lingkungan berupa :
· Bau busuk menggagu orang disekitarnya
· Mempercepat terjangkitnya penyakit dan sumber penularan penyakit
· Tersumbatnya got-got dan aliran air yang berakibat banjir
· Dampak merusak kenyamanan dan keindahan kota
2. Terkurasnya Flora dan Fauna
adalah suatu penciptaan kondisi keberadaan flora dan fauna menjadi langka. Hal ini disebabkan oleh terputusnya jaringan kehidupan . Kelangkaan flora dan fauna dapat dikawatirkan akan terjadi kepunahan . Yang akhirnya manusia pada generasi berikutnya sulit menemukan jenis flora dan fauna yang langka bahkan hanya tinggal legenda.
3. Pencemaran
Percemaran atau polusi terjadi karena pertambahan penduduk yang pesat dan tidak ditopang dengan daya dukung lingkungan serta tidak memperhatikan kaidah pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup. Pencemaran tersebut terdiri dari pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah dan pencemaran suara.
1. Tanah Kritis
Adalah merupakan kerusakan tanah karena produktivitas tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman akan menurun bahkan tidak berfungsi lagi. Akhirnya tanah menjadi tandus dan gersang serta tanaman tidak dapat tumbuh lagi dan menghasilkan sesuai dengan harapan manusia.
1. Penyimpangan Iklim
Merupakan masalah kerusakan lingkungan terjadi kondisi dimana iklim telah bergeser atau berubah. Hal ini menimbulkan kecemasan dan ketakutan penghuninya terutama petani, nelayan, pelayaran dan penerbangan. Ramalan cuaca yang tidak akurat, timbulnya angin topan, kekeringan dan curah hujan yang berlebihan merupakan dampak pergeseran iklim.
1. Hujan Asam
Hujan asam adalah hujan yang airnya tercemar oleh polutan (debu dan asap) dan korosit. Apabila hijan ini menimpa benda-benda yang mengadung besi atau metal maka akan mengalami keropos dan berkarat. Apabila menimpa manusia dan hewan akan mengalami terserang penyakit kulit dan pernapasan serta bila menimpa tanaman akan membuat pertumbuhannya kerdil dan menurunkan produktivitas tanaman tersebut.
Hujan asam banyak terjadi di negara-negara industri maju dimana penetralisir hujan yakni hutan dan tanaman yang ada sangat sedikit atau berkurang.
. Menipisnya Ozon
Fungsi atmosfir antara lain sebagai pelindung bumi dari panasnya sinar ultra violet dan infra merah dari matahari , terutama lapisan ozon di atmosfir. Saat ini lapisan ozon di bumi telah menipis bahkan telah berluban di kedua kutub bumi, sehingga sinar infra merah dapat menembus atmosfir bumi dan tidak dapat dipantulkan kembali. Yang akhirnya dapat menaikkan suhu bumi dan kondisi bumi semakin panas. Penyebab menipisnya ozon karena pemakaian gas CFC (Carbon Fluoro Oksida), Freon, Foem, Metanol sebagai imbas dari pemakaian AC, barang-barang busa dan plastik. Kenaikan suhu bumi berakibat mencairnya secara besar-besaran gletzer di kedua kutub bumi yang dapat meninggikan permukaan air laut dari waktu-kewaktu. Hal ini dapat menggelamkan kota-kota yang di daerah pantai atau didataran rendah pada beberapa puluh tahun mendatang.


sumber gambar:https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRuCRYl8Le6ZowaY0z7SVC2CqAzxExi8hxFjzsxJesfl8SMl_x-yg


Share:

Senin, 28 Mei 2012

Membabat Hutan, Memberangus Tradisi ( Di Pelosok Hulu Hutan Kalimantan).

Kerusakan hutan Kalimantan yang dipaparkan dalam bentuk statistik seakan-akan hanya menerangkan deretan angka-angka pada pembaca awam. Sebuah data yang jarang terpikir bahwa terdapat beragam cerita pilu di balik tirai angka-angka yang berjejer. Tentunya kita belum terlupa berita kematian 1 individu orangutan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu yang memicu berbondong empati singkat di negeri ini. Lalu bandingkan dengan statistik berikut; lebih 1500 orangutan rehabilitasi di Kalimantan Tengah menanti untuk dilepasliarkan.
Dapat dipastikan lebih banyak orang akan lebih ‘trenyuh’ dengan berita yang pertama. Sedangkan berita 1500 orangutan rehabiltasi itu jika lebih jeli akan juga tampak kisah yang tak kalah miris. Orangutan rehabilitasi adalah sebutan untuk orangutan hasil dari upaya resceu/penyelamatan. Tindakan merescue orangutan ini dilatarbelakangi beragam cerita. Misalnya rescue bayi orangutan yang induknya dibunuh pemburu, rescue terhadap orangutan yang tak bisa melarikan dari kebakaran hutan, rescue dari masyarakat yang memeliharanya 10 tahun di dalam kandang, dan cerita rescue lainnya. Nah kemudian bayangkan berapa banyak cerita pilu dari 1500 orangutan rehabilitasi? Tentunya lebih sembilu dari kematian 1 individu.
Atas kilah di atas, saya menulis catatan ini. Sebuah catatan perjalanan di hutan hulu Kalimantan Tengah yang tidak terdapat dalam angka statistik. Cerita tentang hutan, masyarakat sekitar hutan, perusahaan, dan nilai sebuah tradisi.
Kisah di satu desa hulu, bernama desa Bintang Mengalih. Secara administratif desa ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Jarak lebih dari 200 Km yang ditempuh dalam 6 jam dari kota Pangkalan Bun lewat jalur darat. Bukan hal yang mudah untuk mencapai desa ini. Kendaraan akan melaju mengiris jalan ribuan hektar kebun kelapa sawit, menanjak dan terguncang di lokasi jalur HPH, kemudian berkemudi dengan debu dari truk pengangkut biji besi.


Desa Bintang Mengalih adalah desa kecil dengan kira-kira dihuni 200 KK. Merupakan desa yang berpenduduk dari suku dayak, sebuah kondisi yang sulit kita jumpai di desa-desa Kalimantan karena telah terbaur dengan masyarakat transmigran. Saat lampau kegiatan masyarakatnya sangat bergantung dan berkaitan dengan hutan sekitar. Menjala dan memasang pengilar untuk ikan. Berburu pelanduk, babi, atau rusa. Mencari rotan untuk dianyam dan dibuat kerajinan. Mengambil kayu bakar lalu membakar lahannya untuk ditanami padi dengan cara menugal. Satu tradisi kental yang mulai luntur di waktu sekarang.
Entah bagaimana skenarionya, fakta yang terjadi adalah 30 tahun yang lalu desa ini dan hutan sekelilingnya dimasukan dalam HGU kepada satu perusahaan HPH. Tak hanya tentang nilai kayu hutan berdiameter besarnya saja, namun kekayaan dalam perut bumi pun juga memancing perusahaan yang mencium uang pada 10 tahun belakangan. Ya, biji besi! Mineral ini ikut ‘meramaikan’ desa Bintang Mengalih.
Keberadaan perusahaan HPH dan biji besi telah benar-benar perlahan namun akut menggeser tradisi kearifan lokal masyarakat desa Bintang Mengalih. Mereka (perusahaan) datang menawarkan dan mengajarkan bentuk kemakmuran  baru kepada masyarakatnya. Listrik, penerangan, ponsel genggam, makanan instan berbalut plastik, sebut saja lainnya. Lalu warga terkecoh, terpukau, terpikat, terpikir ikut juga memiliki. Untuk memenuhinya diperlukan sejumlah uang yang lebih dari sekedar hasil menjual keranjang rotan, udang sungai, atau seekor babi hutan. Opsi mudah/instan yang terpampang dihadapan masyarakat ini tidak banyak. Yaitu, bergabung menjadi karyawan (buruh) dalam tubuh perusahaan. Mendapatkan penghasilan bulanan, yang sangat bernilai saat ini.


Lalu inilah yang terjadi. Masyarakat menjadi penonton di desa sendiri. Kekayaan alam diangkut dengan hanya perlu satu kali permisi. Pohon-pohon tegap roboh menjadi log-log kayu yang akan menjadi furniture di rumah kita. Digerowonginya perut bumi, dirogoh dalam-dalam hingga menjadi kubangan raksasa. Seperti jerawat di wajah bumi. Bijih-bijih besi ini menyumbang pasar ekspor Indonesia, tapi sejurus juga menghardik satwa-satwa liar untuk lari bersembunyi. Bersarang hutan-hutan sekunder yang semakin terdesak.
Aturan untuk mencuci bijih besi tidak dilakukan di sungai, hanya merupakan gurauan. Di hulu itu, titik suplai air untuk daerah hilir digunakan untuk mencuci biji besi. Melarutkan bahan-bahan kimia dan partikel logam. Sekarang tak banyak kita jumpai masyarakat yang menjala, memancing, atau memasang pengilar. Sungainya keruh, bahkan yang membentur batu-batu membentuk riak juga terlihat keruh dan tercium amis aroma besi.

Aktivitas truk logging di area konsesi perusahaan
Sekarang tak banyak lagi yang berburu. Karena tak banyak lagi binatang buruan, karena berburu hanyalah tentang keberuntungan, bukan penghasilan bulanan. Sekarang tak banyak lagi yang mencari ikan. Karena tak banyak lagi ikan yang ditangkap, dan karena menjual pasir sungai lebih mendatangkan untung cepat yang dijual per kubik kepada perusahaan. Sekarang tak banyak lagi yang bertani/berladang. Karena truk-truk perusahaan telah membawa karung-karung bulog dari kota yang siap masyarakat beli.
Demikianlah aktifitas membabat hutan, mau tidak mau ikut memberangus tradisi di desa Bintang Mengalih. Harga yang harus dibayar untuk menebus apa yang disebut kemakmuran’
Share:

Satu Tahun Sudah Moratorium Hutan di Indonesia


Moratorium dari bahasa latin yaitu morari yang berarti penundaan, Moratorium hutan merupakan penundaan dalam menebang hutan, guna menyelamatkan hutan primer dan lahan gambut yang masih tersisa di Indonesia serta menyelesaikan konflik agraria,  menyelamatkan hutan primer dan lahan gambut yang masih tersisa merupakan suatu langkah penting dalam memenuhi komitmen Presiden RI dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.
karena besarnya potensi karbon yang  tersimpan di lahan gambut, jika aplikasi moratorium di hutan primer dan lahan gambut itu benar-benar dilakukan maka akan menghasilkan manfaat yang luar biasa bagi lingkungan indonesia, Namun pemerintah relatif lemah dalam pelaksanaan moratorium hutan, maka upaya bersama dalam menyelamatkan kawasan hutan primer dan lahan gambut yang masih tersisa di Indonesia seakan-akan menjadi tidak penting dan cenerung terabaikan, mengakibatkan sampai saat ini masih saja ada lahan gambut terus hancurkan. Contoh kasus bisa kita lihat di semenannjung kampar di Kabupaten Pelalawan.
Satu tahun sudah moratorium hutan berlangsung di indonesia, terhitung 21 mei 2011, kemudian diterbitkannya Inpres No.10/2011, sampai saat ini tidak banyak hasil yang dapat dilihat semenjak moratorium hutan diberlakukan, dimana perusahaan yang telah mengantongi Ijin pengelolaan hutan yang baru masih saja tetap membabat hutan alam dan lahan gambut.
Jeda tebang pada Hutan Primer dan Lahan Gambut di Indonesia tidak berjalan dengan maksimal. Seperti apakah pelaksanaan moratorium hutan di indonesia? Apakah hanya sebatas formalitas semata?
Sampai saat ini sumbangsih dari sektor kehutanan dalam menunjang komitmen Presiden RI  dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 41% untuk tahun 2020 terlihat hampir tidak nampak. Bahkan moratorium hutan yang di usung pemerintah indonesia juga tidak bisa menjawab persoalan konflik agraria di indonesia.
Dari 163 konflik agraria sepanjang tahun 2011, dengan  rincian 97 kasus di sektor perkebunan, 36 kasus di sektor kehutanan, 21 kasus di sektor infrastruktur, 8 kasus di sektor pertambangan, serta 1 kasus di wilayah tambak atau pesisir. Ini menunjukkan bahwa moratorium hutan belum melakukan perbaikan tata kelola di sektor kehutanan baik pada aspek sosial, hak atas tanah, akses masyarakat atas sumber daya alam dan penguatan dalam penegakan hukum.
*Ali Afriandi/kompasiana
Share:

Kamis, 17 Mei 2012

Mengapa Keanekaragaman Hayati Pantas “Dipermasalahkan? (Menyambut International Day for Biodiversity 22 Mei 2012)

Orangutan (Pongo pygmaeus) di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, menyantap es yang diberikan pengunjung, Selasa (16/3). Tidak hanya perburuan liar, kerusakan hutan juga menjadi faktor yang mempercepat kepunahan primata tersebut. Populasi orangutan di seluruh dunia diperkirakan hanya 100.000 ekor./Kompasiana (KOMPAS/Lucky Pransiska)
Dear Pembacaa… saya terinspirasi buat tulisan ini karena beberapa hari lagi yaitu tanggal 22 Mei 2012 adalah Hari Keanekargaman Hayati Internasional (International Day for Biodiversity). Mudah-mudahan tulisan ini ngingetin (bagi yang lupa n tidak tau tentunya heheheh) betapa pentingnya Keanekaragaman Hayati, jadi inspirasi untuk berbuat sesuatu.
Pentingnya Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati (Biodiversity) merupakan salah satu isu global yang sangat penting (Globalissue), karena menyangkut kelangsungan hidup manusia di bumi, khususnya di masa depan. Memang dampaknya tidak terasa signifikan saat ini, namun semestinyalah kita memikirkan dan bertindak sekarang untuk kesejahteraan anak, cucu, cicit dan seterusnya, ya kan? ^_^
Keanekaragaman Hayati telah menjadi perhatian serius lembaga-lembaga dan aktivis-aktivis konservasi lingkungan hidup, serta kalangan ekonom internasional. Hal ini tersirat dari pernyataan hasil Konvensi Biologi (CBD):
“Sedikitnya 40% ekonomi dunia dan 80% kebutuhan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan berasal dari Sumber Daya Biologis. Selain itu, semakin tinggi keanekaragaman hayati semakin besar peluang penemuan-penemuan pengobatan medis, perkembangan ekonomi, dan respon adaptif terhadap segala tantangan permasalahan lingkungan seperti perubahan iklim.”
Koq bisa gitu ya? Ya iya dong, ikan-ikan, tumbuh-tumbuhan, hewan, mikroorganisme, itu semua kan Sumber Daya Biologis, sebagai sumber kebutuhan pangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Notabene semua itu kita peroleh dari alam secara gratis..tiss…tiss….
Nah, akhir-akhir ini (sebenarnya sih dah bertahun-tahun yang lalu), para aktivis lingkungan khususnya telah “ribut” gara-gara kondisi Keanekaragaman Hayati dunia semakin terancam keselamatannya. Logikanya, kalau Keanekaragaman Hayati terganggu, maka kebutuhan dasar kitapun otomatis akan terganggu juga.
Satu-demi satu spesies-spesies yang terabaikan telah punah seperti Harimau Jawa, Badak Sumatera, dan Ikan Houting (sejenis Salmon). Sedangkan yang terancam punah buwaaanyaak sekali diantaranya burung Rangkong, Harimau Sumatera, Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna), dan Badak Jawa. Daftar mahluk hidup yang punah dan terancam punah dapat dicari di sini IUCN Red List.
Koq bisa gitu ya? Ya iya dong (diulang lagi deh hihih), eksploitasi lingkungan secara abis-abisan diantaranya:
  1. Perambahan hutan semena-mena (ilegal logging) yang telah melenyapkan habitat hewan dan tumbuh-tumbuhan
  2. Kerusakan lingkungan akibat pencemaran, polusi atau erosi. Masuknya “benda-benda asing” (Xenobiotic) ke dalam ekosistem seperti plastik, karet sintesis, oli sintesis telah mengganggu keseimbangannya sehingga mengancam keselamatan keanekaragaman hayati.
  3. Perburuan hewan-hewan liar yang tidak terkendali.
  4. Penangkapan ikan-ikan secara ilegal, misalnya menggunakan jaring pukat harimau dan bahan peledak.
  5. Gaya hidup masyarakat yang boros energi.
Ironisnya semua itu dilakukan atas nama kesejahteraan manusia. Sungguh terlalu dan memprihatinkan kan pembacaaa? (#logatbangrhoma)  T_T
Kalau udah begitu lalu gimana donggg? Gak usah ampe stress gitu deh, apalagi ampe depresi mikirannya heheheh.
Tips Sederhana Dalam Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati
  1. Bila anda gemar berwisata, belilah produk souvenir yang tidak berasal dari hewan atau tumbuhan yang terancam punah.
  2. Bila anda penggemar wisata kuliner, jangan memilih ikan atau hewan  yang langka, misalnya ikan Tuna Sirip Biru, dan daging rusa langka seperti rusa Bawean.
  3. Membeli buku tulis atau kertas yang berasal dari hutan tanaman produksi (perusahaan yang memiliki sertifikat ramah lingkungan).
  4. Memakai produk-produk daur ulang misalnya kantong belanjaan atau memakai kantong plastik yang dipakai secara berulang-ulang
  5. Bergabung dengan lembaga-lembaga konservasi biologi misalnya WWF, WCS, National Geographic, Green Peace dan lain-lain. Meskipun tidak sempat berperan proaktif, paling tidak bisa berperan pasif misalnya dengan bergabung dengan website resmi, memberikan dukungan moral maupun ide-ide yang bermanfaat.
  6. Mendukung secara moral para aktivis lingkungan hidup dan tokoh-tokoh birokrat pemerintahan untuk membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ramah lingkungan dan memperhatikan keselamatan Keanekaragaman Hayati.
#kompasiana
Share:

Mengolah Air Hujan dengan Sumur Resapan

Kelangsungan penyediaan air bersih hanya dapat dipertahankan jika terjadi keseimbangan ekologi dijaga dan ditata dengan baik. Bukan hanya kondisi di daerah tangkapan hujan bagian hulu yang dijaga ekologinya sebagai daerah penyangga bagi kelangsungan air dari sumber mata air dan sungai yang mengalir diperkotaan , tetapi daerah hilir sendiri juga harus dijaga pula kelangsungan sumber air tanah.
Keseimbangan kandungan air tanah hanya bisa dijaga apabila kawasan terbuka cukup tersedia dan daerah resapan dilindungi dari kemungkinan rusak, sedangkan untuk menguatkan fungsi tangkapan hujan pemilihan jenis-jenis tanaman juga ikut menentukan peranannya dalam melestarikan alam terutama dalam kaitannya untuk menyelamatkan sumber daya air.
Idealnya sebuah kota mempunyai ruang terbuka hijau sekitar 40% dari seluruh luas wilayah . Bila ditinjau dari segi hidrologis, ruang terbuka hijau sangat penting untuk menunjang peresapan air hujan kedalam tanah. Dengan cara ini diharapkan suplesi air tanah khususnya air tanah dangkal oleh air hujan semakin bertambah, sehingga kekurangan akan air dapat dihindari. Dengan jalan inipun sekaligus dapat mengurangi penyusupan air laut apabila suplesi air hujan ke dalam tanah seimbang dengan eksploitasi air tanah tersebut.
Namun bagi kota-kota besar di Indonesia untuk memperluas areal resapan hujan dengan memperluas ruang terbuka hijau sangat sulit . Hal ini disebabkan karena tata guna lahan yang berubah-ubah. Ada kecenderungan cepat berkurangnya areal terbuka ini karena adanya fasilitas umum , industri, perubahan dan lain-lain. Salah satu cara mengggantikan daerah resapan air tersebut adalah pembuatan resapan buatan dengan pembuatan sumur-sumur resapan disetiap rumah tangga atau bangunan tempat tinggal . Krisis air di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, semakin nyata. Sebab itu, menyelamatkan air bukanlah upaya yang mengada-ada, dan bisa dimulai sejak di pekarangan rumah kita sendiri. Salah satu cara penyelamatan air secara sederhana adalah dengan membuat sumur-sumur resapan (peresap) air hujan.

Prinsip sumur resapan berfungsi sebagai daerah resapan hujan dari permukaan tanah yang tertutup bangunan dan tanah yang tertutup beton seta jalan aspal. Sumur resapan tersebut tersebut berbentuk silinder maupun persegi empat sebagai penampungan air hujan yang jatuh dari atap rumah . Penampungan air yang berasal dari atap rumah ini bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi kontaminasi dengan kotoran atau bahan pencemar lainnya dipermukaan tanah.
Pembuatan sumur resapan sangat bermanfaat antara lain adalah :
· Salah satu usaha konservasi dan pengatur dari aliran permukaan ,
· Mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi
· Sebagai penyuplai kuantitas air tanah,
· Menaikan permukaan air tanah
· Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah
· Salah satu pencegahan terjadinya intrusi air laut
· Mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan
· Salah satu usaha penyediaan air pada musim kemarau
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan, persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah :
  1. Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam, atau labil.
  2. Sumur resapan juga dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari “septic tank” (minimum 5 meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum 1 meter dari fondasi bangunan.
  3. Bentuk sumur itu sendiri boleh bundar atau persegi empat, sesuai selera.
  4. kedalaman air tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.
  5. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal 2 meter di bawah permukaan air tanah.
Air yang jatuh dari atas atap rumah dialirkan melalui saluran, selanjutnya air hujan tersebut dialirkan dan dimasukkan ke dalam sumur resapan . Setelah sumur resapan tersebut sampai jernih atau kapisitas penampungan sudah terlampaui , maka air yang berlebih tersebut dapat dialirkan melalui selokan. Sumur resapan terbuat dari beton a/semen, dapat pula digali biasa dimana didalamnya diisi dengan koral atau batu bercampur pasir . Sedangkan bagian atasnya bagian atasnya dilapisi dengan ijuk yang berfungsi sebagai penyaring benda-benda yang mungkin masuk dalah sumur resapan . Menurut Didik Taryana ( 1989), fungsi koral dan pasir sebagai usaha mencegah terjadinya erosi/longsoran . Adapun volume volume dan kapasitas penampungan dari sumur resapan tersebut tergantung pada beberapa hal antara lain :
· Intensitas curah hujan pada daerah –masing-masing
· Kapasitas infiltrasi (penyerapan air oleh tanah) dan perkolasi
· Ukuran luas atap rumah dan bangunan

@kompasiana
Share:
Scroll To Top